Sabtu, 29 Maret 2008

Amanda dan Channah Uneputty

Amanda dan Channah Uneputty sedang bermain-main dengan mamanya Belin di rumah Kotaraja, Jayapura.

Jumat, 14 Maret 2008

Anak Kamoro


Foto dua anak Kamoro ini diambil tanggal 29 September 2005 di lokasi Festival Kamoro atau lazim disebut Kamoro Kakuru.
Anak-anak ini sedang mandi di sungai Wania Logpon

Kamis, 13 Maret 2008

Artis



Tanggal 10 Agustus 2003 merupakan hari yang cukup bersejarah untuk dikenang. Bagaimanapun juga polemik di mass media mengenai hubungan Ari Sihasale (Ale) dan Nia Zulkarnaen berakhir sudah pada tanggal tersebut.
Pada hari itu bertempat di gereja Bethlehem Kuala Kencana, artis terkenal Indonesia Ari Sihasale menikan dengan Nia Zulkarnaen secara Kristen.
Resepsi pernikahan mereka yang sempat heboh di mass media Indonesia itu berlangsung di Sheraton Hotel Timika.
Saya dan keluarga juga diundang dalam acara tersebut, bahkan kami sempat foto bersama secara pribadi.

Senin, 10 Maret 2008

Joshua Ngamuk

Biasanya anak-anak selalu mau keinginan mereka diikuti.
Misalnya untuk hal-hal kecil seperti minta permen, atau beli boneka. Namun ada juga anak-anak yang sangat keras dalam penderian mereka. Minta apapun harus dituruti. Anak-anak seperti ini memang susah-susah gampang. Kalau kita keras, salah, terlalu lunak juga sepertinya bukan tindakan yang bijaksana.

Beberapa waktu lalu, Joshua ngamuk di airport karena kakaknya akan berangkat kembali dari liburan Natal dan Tahun baru ke Surabaya.
Silahkan simak saja bagaimana Joshua ngamuk

Ciuman untuk istri tercinta


Hari ini istriku bertanya, kenapa sepulang kantor tidak pernah lagi menciumi saya seperti waktu-waktu lalu?
Ini pertanyaan yang membuatku surprised.
Memang setiap hari saat pulang kantor saya selalu mencium istriku. Namun beberapa hari ini saya tidak melakukannya.
Sebenarnya ini sepele saja. Saya selalu berpikir bila saat pulang kerja istri lah yang harus lebih memperhatikan saya. Misalnya dengan menghentikan sejenak aktivitas masak, atau aktivitas lainnya, namun saya dapati istri tetap dengan aktivitasnya ketika saya pulang kerja.
Ternyata istrikulah yang benar. Karena sebenarnya bukan saya saja yang bekerja, dia juga bekerja walaupun di rumah.

Minggu, 09 Maret 2008

HUT PKB dan PW GKI Kasih Timika

Persekutuan Kaum Bapak (PKB) dan Persekutuan Wanita (PW) Gereja Kristen Injili di Tanah Papua Jemaat GKI Kasih Portsite Timika Indah, pada tanggal 08 Maret 2008 genap berusia 4 tahun.
Dalam rangka memperingati usia 4 tahun tersebut, PKB dan PW GKI telah mengadakan kegiatan ceramah dengan mengundang nara sumber dari luar maupun dalam jemaat.
Kegiatan ceramah ini mengangkat tiga topik, yaitu:
1. HIV AIDS dan Infeksi Menular Seksual) - Materi disampaikan oleh team Malaria Control PTFI
2. Masalah perceraian di Timika - Materi disampaikan oleh Kepala Pengadilan Negeri Timika, Bpk Pontas Efendi, SH
3. Perceraian Keluarga Kristen dalam perspektif Alkitab - Materi disampaikan oleh Pdt. Kaigere, STh

Kegiatan ini mendapat sambutan yang hangat dari peserta yang juga adalah warga jemaat.
Acara dimulai pada jam 09.00 dan berakhir pada jam 18.00 wp.

Rabu, 05 Maret 2008

Penampilan Atau Hati?

Tadi siang (05/03/08) saya berdiri di dekat kasir disebuah supermarket di kota kami. Saya berdiri di dekat kasir karena sedang menunggu teman yang akan membayar barang belanjaan saya karena saya lagi malas untuk antre terlalu lama, sementara barang yang saya beli hanya satu item saja. Saya berikan posisi antrean kepada teman di belakang saya sambil titip barang saya dan keluar dari antrean tersebut.

Hal lain yang membuat saya malas antre adalah karena di depan saya masih ada beberapa orang lagi yang sedang antre untuk membayar belanjaan mereka di kasir. Diantara yang antre ada sepasang bapak dan ibu yang kebetulan adalah masyarakat lokal. Mereka belanja cukup banyak, diantaranya ayam beku dan beberapa puluh kilo wortel. Kemungkinan barang-barang tersebut akan digunakan untuk acara pesta.

Pada saat giliran masyarakat lokal tersebut berada di kasir mereka mulai mengeluarkan belanjaannya dan dihitung oleh kasir. Setelah belanjaan mereka menembus angka 250 ribu lebih, supervisor dari kasir yang sedang memperhatikan transaksi tersebut lantas meminta kasir untuk menghentikan perhitungan (swep) belanjaan mereka dan bertanya kepada pasangan tersebut untuk memastikan apakah mereka sanggup membayar belanjaan mereka yang sudah lewat 250 ribu sedangkan masih ada barang yang belum dihitung oleh kasir. Wajah si bapak kelihatan agak ragu, namun kemudian dia mengangguk tanda menyanggupi pembayaran tersebut.

Setelah selesai kasir menghitung harga barang-barang tersebut, nampak tertera di mesin pembayar jumlah belanjaan mereka sebesar 357 ribu rupiah.

Bapak dan ibu itu kemudian mengeluarkan dompet mereka masing-masing dan mulai mencabut beberapa lembar uang 50 ribuan dan beberapa lembar 20 ribuan. Dan akhirnya belanjaan tersebut semuanya lunas dibayar cash.

Dulu saya punya seorang pimpinan (manager) yang begitu sederhana. Cara berpakaian dan cara mendekati bawahannya dan semua sifat kesederhanaannya membuat banyak orang yang belum mengenalnya menyangka bahwa ia adalah seorang karyawan biasa pada perusahan dimana kami bekerja. Bahkan kadang-kadang para supervisornya lebih kelihatan seperti manager daripada dirinya sendiri.

Dalam satu pembicaraan dengan teman kerja, saya mengatakan bahwa saya begitu kagum dengan kesederhanaan manager kami, dan mengakui bahwa manager kami tersebut menjadi contoh nyata dari teladan seorang pimpinan sejati.

Pendapat saya tersebut ditentang oleh teman kerja tersebut, dan mengatakan bahwa seorang manager seharusnya bisa punya wibawa juga, agar tidak dianggap ‘sepele’ oleh karyawan lain. Ibarat tentara atau polisi yang nampak wibawa bila memakai pakaian dinas dan postur tubuh yang tegap walaupun pangkatnya masih jauh dari kepala alias masih prajurit. Pokoknya seorang manager harus berpenampilan yang sesuai agar punya wibawa.

Dua kasus ini adalah pelajaran hidup bagi saya. Kita kadang-kadang melihat seseorang dari penampilan mereka. Baju mereka apa yang mereka pakai, modelnya yang terbaru atau kuno. Demikian juga dengan sepatu yang mereka kenakan. Punya merek atau hanya buatan lokal?

Kita cepat berprasangka terhadap seseorang hanya karena penampilan mereka. Hal seperti ini dulu pernah terjadi pada saat Tuhan meminta Samuel untuk menemui anak-anak Isai yang akan dipilih Tuhan untuk menjadi raja Israel menggantikan Saul. Samuel bergitu terpikat dengan saudara-saudara Daud yang tinggi besar dan cakap (ganteng) sehingga terburu-buru mengambil kesimpulan dalam hatinya bahwa merekalah yang akan ditunjuk Tuhan untuk menggantikan Saul. Akhirnya kita semua tahu, bahwa tidak satupun dari saudara-saudara Daud yang dipilih Tuhan, karena Tuhan melihat hati, bukan penampilan.