Nats: Roma 5:1-11
Thema: Penderitaan Bagian dari kehidupan orang Percaya.
Paulus menyebutkan kesengsaraan sebagai salah satu berkat dari keselamatan kita dalam Kristus. Kata kesengsaraan menunjuk pada bermacam-macam pencobaan yang mungkin menekan kita. Kesengsaraan di sini juga termasuk hal-hal seperti tekanan kebutuhan keuangan, atau kebutuhan jasmaniah, keadaan yang kurang menguntungkan, kesusahan, penyakit, penganiayaan, penyalahgunaan, atau kesepian.
Kesetiaan kepada Allah tidak menjamin kita terbebas dari kesulitan, penyakit, dan penderitaan dalam kehidupan orang percaya.
Ada berbagai alasan mengapa orang percaya menderita:
1. Dampak kejatuhan manusia ke dalam dosa. Ketika dosa memasuki dunia, penyakit, kesusahan, pertikaian dan akhirnya kematian memasuki kehidupan semua manusia.
2. Perbuatan mereka sendiri. Prinsip orang menuai apa yang ditaburnya (Gal. 6:7) secara umum berlaku untuk semua orang. Bila kita mengemudikan kendaraan dengan sembrono, ngebut, kita bisa celaka. Bila kita tidak disipli dalam kebiasaan makan, kita bisa mengalami masalah kesehatan yang serius. Allah mungkin menggunakan penderitaan semacam ini sebagai sarana untuk mendisiplinkan sehingga kita dapat menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai (Ibrani 12:3-11).
3. Orang percaya juga dapat menderita batin, karena kita hidup dalam dunia yang berdosa dan jahat. Di sekeliling kita terdapat dampak dosa, kita mengalami kesusahan dan kesedihan ketika menyaksikan kejahatan mengusai kehidupan begitu banyak orang (Yeheskiel 9:4; Kisah 17:16).
4. Orang percaya menderita oleh iblis. Alkitab menjelaskan bahwa iblis selakuk ilah zaman ini (2Kor 4:4), mengusai dunia jahat ini (Galatia 1:4; Ibrani 2:14). Iblis ini telah diberikan kuasa untuk menyiksa kita dengan berbagai cara (1Petrus 5:8-9). Kisah Ayub adalah sebuah contoh tentang seorang jujur dan takut akan Allah. Namun Allah mengizinkan iblis menyiksanya dengan penderitaan yang tak terkatakan (Ayub 1-2). Yesus mengatakan bahwa seorang wanita yang disembuhkan oleh Nya telah dibelenggu oleh iblis selama delapan belas tahun (Lukas 13:11,16). Paulus menyadari bahwa duri dalam dagingnya adalah “utusan iblis untuk mengecoh aku” (2Kor 2:7).
5. Secara positif, alasan lain orang percaya menderita adalah karena kita memiliki pikiran-pikiran Kristus (1Kor 2:16). Menjadi orang Kristen berarti berada di dalam Kristus, manunggal dengan Dia; karena ini kita mengambil bagian dalam penderitaan-Nya (1Petrus 2:21).
6. Allah sendiri dapat memakai penderitaan dalam kehidupan kita sebagai perangsang pertumbuhan atau perubahan rohani.
a. Allah sering menggunakan penderitaan untuk memanggil umatnya yang sedang menyimpang untuk bertobat dari dosa mereka dan memperbaharui iman mereka (Hakim-hakim)
b. Allah kadang-kadang menggunakan penderitaan untuk menguji iman kita, untuk melihat apakah kita tetap setia. Menguji iman Ayub merupakan alasan Allah untuk mengizinkan iblis menyiksa Ayub (Ayub 1:6-12; 2:1-6). Yakobus menyebutkan berbagai pencobaan yang kita alami “ujian terhadap imanmu” (Yakobus 1:3). Melalui pencobaan itulah iman kita di dalam Kristus menjadi lebih dewasa (Ul 8:3; 1Petrus 1:7)
c. Allah menggunakan penderitaan bukan hanya untuk menguatkan iman kita, tetapi juga untuk menolong kita bertumbuh dalam sifat Kristiani dan kebenaran. Allah ingin kita belajar sabar melalui penderitaan (Roma 5:3-5; Yak 1:3). Dalam penderitaan kita belajar kurang bersandar pada diri sendiri dan lebih bersandar kepada Allah dan kasih karunia-Nya (Roma 5:3; 2Kor 12:9).
7. Allah menggunakan penderitaan orang benar untuk membantu kepentingan kerajaan-Nya dan rencana penebusan-Nya. Ketidak adilan yang dialami Yusuf dari saudara-saudaranya dan orang Mesir menjadi bagian dari rencana Allah menyelamatkan bangsa Israel (Kej 45:7).Teladan utama dari prinsip ini adalah penderitaan Kristus yang Kudus dan Benar (Kis 3:14) yang mengalami penganiayaan, siksaan yang mendalam, dan kematian supaya rencana Allah dapat tercapai sepenuhnya.
Hubungan Allah dengan penderitaan orang percaya:
1. Yang harus diingat pertama-tama adalah bahwa Allah ikut terlibat dalam penderitaan kita. Allah telah berjanji dalam Firman-Nya bahwa Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita (1Kor 10:13)
2. Allah juga berjanji untuk mendatangkan kebaikan dari semua penderitaan dan penganiayaan orang-orang yang mengasihi Dia dan mentaati perintah-perintah-Nya (Roma 8:28). Yusuf menyadari kebenaran ini di dalam hidupnya sendiri yang penuh penderitaan (Kej 50:20). Allah menggunakan bagian-bagian hidup yang menyakitkan untuk pertumbuhan dan keuntungan kita (Ibrani 12:5)
3. Allah telah berjanji untuk mendampingi kita ketika menderita, berjalan bersama kita (Maz 23:4; Yes 43:2). Hal ini dilaksanakan melalui Roh Kudus-Nya yang menghibur kita dalam kesusahan kita (2Kor 1:4). Ia menyediakan kasih karunia yang cukup kepada setiap anak-Nya supaya mereka sanggup menanggung berbagai pencobaan hidup ini (1Kor 10:13).
4. Jangan lupa bahwa Tuhan Yesus ikut menanggung penderitaan kita. Ketika kita berdoa kepada-Nya, kita memiliki Imam Besar yang turut merasakan penderitaan kita (Ibrani 4:15).
Kemenangan Atas Penderitaan:
Langkah-langkah apakah yang dapat diambil agar dapat menang atas penderitaan?:
1. Pertimbangkan berbagai alasan yang menyebabkan umat manusia menderita.
2. Percayalah bahwa Allah sangat mengasihi kita, kendati penderitaan yang kita alami sangat berat (Roma 8:36, 2Kor 1:8; Yak 5:11; 1Pet 5:7). Jangan sekali-kali menyangkal kasih Allah dan menolak Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat oleh karena penderitaan yang kita alami.
3. Berpalinglah pada Allah dengan doa yang sungguh-sungguh dan carilah wajah-Nya. Nantikan sehingga Ia membebaskan kita dari penderitaan (Maz 27:8-14; 40:2-4; 130)
4. Allah akan memberikan kasih karunia yang diperlukan untuk menanggung penderitaan kita (1Kor 10:13; 2Kor 12:7-10)
5. Ingatlah nubuat Kristus bahwa sebagai orang percaya kita akan mengalami kesulitan (Yoh 16:33). Namun Allah akan menghapus setiap air mata kita, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita (Wahyu 21:4).


