Sabtu, 06 Oktober 2012

Tanggal 13 Agustus 2012 sempat ke Tembagapura untuk urusan pekerjaan. Rencananya mau ke Tembagapura dengan helicopter namun karena cuaca yang buruk, perjalan dialihkan melalui darat. Lama tidak ke HL kedinginan namun sempatkan diri gunakan D5000 untuk narsis :)


Senin, 20 Agustus 2012

Dari Jepara perjalanan dilanjutkan ke Bandungan-Semarang. Bandungan merupakan kota wisata cukup terkenal di Semarang. Bandungan berjarak kurang lebih 12 Km dari kota Ungaran. Jalan ke Bandungan dari Ungaran sangat berkelok-kelok dan indah.
Anak-anak sedang bermain-main di penginapan Bandungan.
Luncuran dengan sepeda dan otopad


Foto-foto bersama di Bandungan, mantap khan?? :)



Sabtu, 18 Agustus 2012

Liburan Juni Juli 2012 Jepara

Selah beberapa hari di Surabaya, tanggal 28 Juli 2012 kami sekeluarga bersama-sama dengan Michael, dan Rudy masing-masing dengan keluarga menuju Jogja melalui jalur pantai utara Jawa dengan menggunakan tiga buah mobil.
Perjalanan panjang yang melelahkan namun asik, apalagi setelah tiba di tempat tujuan Jogja pada malam harinya. Di Jogja hanya semalam, dan selanjutnya pada keesokan harinya tanggal 01 Juli menuju ke Semarang dan Jepara.
Di Jepara kami menginap di pantai Bandengan
Suasana bermai-main di pantai Bandengan. Nampak J sedang naik di belakang om Yappy. Om Yappy jadi perahu layar dan J jadi captain :)
J, Jenny, Jessy, dan Jordan sementara menjadi nelayan Jepara. Cari ikan tetapi tidak dapat.
Cherry dan Me jalan santai menyusuri pantai Bandengan




Suasana gembira dan anak-anak di Bandengan

Tiffany baru muncul dari dalam air

Mama Michelle temani anak-anak berenang setelah mandi di laut
Boss dan Chin berjemur di pinggir kolam renang....mantappp!!



Liburan Juni - Juli 2012 Jawa

Setelah dari Makassar, kami melanjutkan liburan ke Surabaya. Cherry dan keluarga juga berlibur ke Surabaya ketika itu. Untuk mengisi liburan di Surabaya, anak-anak mengikuti palatihan pembuatan kue di Bogasari Baking Center Surabaya. Anak-anak sangat senang bisa mengukuti sesi pelatihan ini.
Nampak anak-anak dengan sersan (serius namun santai) mendengarkan penjelasan dari chef Hadi.
Anak-anak dengan antusias bekerjasama dan memperhatikan chef Hadi meperagakan cara membuat kue.



Liburan Juni - Juli 2012 Makassar

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan Juni dan Juli 2012 merupakan bulan liburan sekolah anak-anak. Pada liburan kali ini, kami sekeluarga berlibur ke Makassar. Kami berangkat dari Timika tanggal 18 Juni 2012 dengan penumpang pesawat airfast. Liburan di Makassar hanya berlangsung tiga hari, namun anak-anak merasa gembira dengan kegiatan liburan di Makassar.
Selain belajar kumon dan menerima trophy kumon, anak-anak juga berenang di Bugis Waterpark.
Anak-anak tampak senang dan menimati permainan air di Bugis Waterpark. Owen nangis karena takut tenggelam....

Minggu, 15 April 2012

Bermain Air

Hari Sabtu, 14 April 2012 ini anak-anak banyak kegiatan. Setelah pagi hari mengikuti test Math, siangnya anak-anak harus bikin PR Kumon. Syukur mereka dapat melakukan dengan baik.
Sorenya anak-anak minta main air.

Senin, 19 Maret 2012

Penderitaan Bagian dari Kehidupan Orang Percaya

Nats: Roma 5:1-11

Thema: Penderitaan Bagian dari kehidupan orang Percaya.

Paulus menyebutkan kesengsaraan sebagai salah satu berkat dari keselamatan kita dalam Kristus. Kata kesengsaraan menunjuk pada bermacam-macam pencobaan yang mungkin menekan kita. Kesengsaraan di sini juga termasuk hal-hal seperti tekanan kebutuhan keuangan, atau kebutuhan jasmaniah, keadaan yang kurang menguntungkan, kesusahan, penyakit, penganiayaan, penyalahgunaan, atau kesepian.

Kesetiaan kepada Allah tidak menjamin kita terbebas dari kesulitan, penyakit, dan penderitaan dalam kehidupan orang percaya.

Ada berbagai alasan mengapa orang percaya menderita:

1. Dampak kejatuhan manusia ke dalam dosa. Ketika dosa memasuki dunia, penyakit, kesusahan, pertikaian dan akhirnya kematian memasuki kehidupan semua manusia.

2. Perbuatan mereka sendiri. Prinsip orang menuai apa yang ditaburnya (Gal. 6:7) secara umum berlaku untuk semua orang. Bila kita mengemudikan kendaraan dengan sembrono, ngebut, kita bisa celaka. Bila kita tidak disipli dalam kebiasaan makan, kita bisa mengalami masalah kesehatan yang serius. Allah mungkin menggunakan penderitaan semacam ini sebagai sarana untuk mendisiplinkan sehingga kita dapat menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai (Ibrani 12:3-11).

3. Orang percaya juga dapat menderita batin, karena kita hidup dalam dunia yang berdosa dan jahat. Di sekeliling kita terdapat dampak dosa, kita mengalami kesusahan dan kesedihan ketika menyaksikan kejahatan mengusai kehidupan begitu banyak orang (Yeheskiel 9:4; Kisah 17:16).

4. Orang percaya menderita oleh iblis. Alkitab menjelaskan bahwa iblis selakuk ilah zaman ini (2Kor 4:4), mengusai dunia jahat ini (Galatia 1:4; Ibrani 2:14). Iblis ini telah diberikan kuasa untuk menyiksa kita dengan berbagai cara (1Petrus 5:8-9). Kisah Ayub adalah sebuah contoh tentang seorang jujur dan takut akan Allah. Namun Allah mengizinkan iblis menyiksanya dengan penderitaan yang tak terkatakan (Ayub 1-2). Yesus mengatakan bahwa seorang wanita yang disembuhkan oleh Nya telah dibelenggu oleh iblis selama delapan belas tahun (Lukas 13:11,16). Paulus menyadari bahwa duri dalam dagingnya adalah “utusan iblis untuk mengecoh aku” (2Kor 2:7).

5. Secara positif, alasan lain orang percaya menderita adalah karena kita memiliki pikiran-pikiran Kristus (1Kor 2:16). Menjadi orang Kristen berarti berada di dalam Kristus, manunggal dengan Dia; karena ini kita mengambil bagian dalam penderitaan-Nya (1Petrus 2:21).

6. Allah sendiri dapat memakai penderitaan dalam kehidupan kita sebagai perangsang pertumbuhan atau perubahan rohani.

a. Allah sering menggunakan penderitaan untuk memanggil umatnya yang sedang menyimpang untuk bertobat dari dosa mereka dan memperbaharui iman mereka (Hakim-hakim)

b. Allah kadang-kadang menggunakan penderitaan untuk menguji iman kita, untuk melihat apakah kita tetap setia. Menguji iman Ayub merupakan alasan Allah untuk mengizinkan iblis menyiksa Ayub (Ayub 1:6-12; 2:1-6). Yakobus menyebutkan berbagai pencobaan yang kita alami “ujian terhadap imanmu” (Yakobus 1:3). Melalui pencobaan itulah iman kita di dalam Kristus menjadi lebih dewasa (Ul 8:3; 1Petrus 1:7)

c. Allah menggunakan penderitaan bukan hanya untuk menguatkan iman kita, tetapi juga untuk menolong kita bertumbuh dalam sifat Kristiani dan kebenaran. Allah ingin kita belajar sabar melalui penderitaan (Roma 5:3-5; Yak 1:3). Dalam penderitaan kita belajar kurang bersandar pada diri sendiri dan lebih bersandar kepada Allah dan kasih karunia-Nya (Roma 5:3; 2Kor 12:9).

7. Allah menggunakan penderitaan orang benar untuk membantu kepentingan kerajaan-Nya dan rencana penebusan-Nya. Ketidak adilan yang dialami Yusuf dari saudara-saudaranya dan orang Mesir menjadi bagian dari rencana Allah menyelamatkan bangsa Israel (Kej 45:7).Teladan utama dari prinsip ini adalah penderitaan Kristus yang Kudus dan Benar (Kis 3:14) yang mengalami penganiayaan, siksaan yang mendalam, dan kematian supaya rencana Allah dapat tercapai sepenuhnya.

Hubungan Allah dengan penderitaan orang percaya:

1. Yang harus diingat pertama-tama adalah bahwa Allah ikut terlibat dalam penderitaan kita. Allah telah berjanji dalam Firman-Nya bahwa Ia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita (1Kor 10:13)

2. Allah juga berjanji untuk mendatangkan kebaikan dari semua penderitaan dan penganiayaan orang-orang yang mengasihi Dia dan mentaati perintah-perintah-Nya (Roma 8:28). Yusuf menyadari kebenaran ini di dalam hidupnya sendiri yang penuh penderitaan (Kej 50:20). Allah menggunakan bagian-bagian hidup yang menyakitkan untuk pertumbuhan dan keuntungan kita (Ibrani 12:5)

3. Allah telah berjanji untuk mendampingi kita ketika menderita, berjalan bersama kita (Maz 23:4; Yes 43:2). Hal ini dilaksanakan melalui Roh Kudus-Nya yang menghibur kita dalam kesusahan kita (2Kor 1:4). Ia menyediakan kasih karunia yang cukup kepada setiap anak-Nya supaya mereka sanggup menanggung berbagai pencobaan hidup ini (1Kor 10:13).

4. Jangan lupa bahwa Tuhan Yesus ikut menanggung penderitaan kita. Ketika kita berdoa kepada-Nya, kita memiliki Imam Besar yang turut merasakan penderitaan kita (Ibrani 4:15).

Kemenangan Atas Penderitaan:

Langkah-langkah apakah yang dapat diambil agar dapat menang atas penderitaan?:

1. Pertimbangkan berbagai alasan yang menyebabkan umat manusia menderita.

2. Percayalah bahwa Allah sangat mengasihi kita, kendati penderitaan yang kita alami sangat berat (Roma 8:36, 2Kor 1:8; Yak 5:11; 1Pet 5:7). Jangan sekali-kali menyangkal kasih Allah dan menolak Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat oleh karena penderitaan yang kita alami.

3. Berpalinglah pada Allah dengan doa yang sungguh-sungguh dan carilah wajah-Nya. Nantikan sehingga Ia membebaskan kita dari penderitaan (Maz 27:8-14; 40:2-4; 130)

4. Allah akan memberikan kasih karunia yang diperlukan untuk menanggung penderitaan kita (1Kor 10:13; 2Kor 12:7-10)

5. Ingatlah nubuat Kristus bahwa sebagai orang percaya kita akan mengalami kesulitan (Yoh 16:33). Namun Allah akan menghapus setiap air mata kita, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita (Wahyu 21:4).

Ulang Tahun Tiffany




Tanpa terasa Tuhan telah memberikan hadiah terbesar dalam hidup kami, yaitu Tiffany Uneputty bertambah usia satu tahun menjadi 8 tahun pada hari Minggu tanggal 18 Maret 2012.
Acara ini kami rayakan secara sederhana dengan mengundang saudara-saudari makan siang di RM Oriental Timika.